Rabu, 30 Maret 2011

larangan pd saat kehamilan

kehamilan dimulai. Saat ini, konseling prahamil sudah banyak dilakukan masyarakat. “Tujuannya untuk menyiapkan kehamilan yang sehat. Sehingga bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama yang berkaitan dengan kebiasaan, konsumsi bahan makanan, dan sebagainya,” ujar Ovy, sapaan akrab Dwiana.
Nah, agar ibu hamil tidak selalu cemas sepanjang kehamilannya sebaiknya kita mengenali apa yang boleh dan tidak boleh saat hamil. Apa saja?
Melukis
Bagi yang hobi melukis, aktivitas ini bisa tetap dilakukan selagi hamil. Tapi, jangan terlalu lama atau berlebihan, misalnya sepanjang hari. Cukup 1-2 jam setiap hari.
Yang dikhawatirkan selama melukis bau cat dapat terhirup dalam waktu lama. Karena sebagian besar jenis cat mengandung bahan kimia. “Karena itu sebaiknya melukis dilakukan di udara terbuka untuk mengurangi terekspos terlalu lama dengan cat,” saran Ovy.
Hubungan Seks
Orgasme bisa menyebabkan keguguran di usia kehamilan muda dan menyebabkan persalinan di usia kehamilan lanjut. Tapi, hal tersebut tak terbukti pada kehamilan normal. “Jadi, aktivitas ini boleh-boleh saja dilakukan. Asal tidak ada indikasi kelainan pada kehamilannya, semisal letak ari-ari di bawah atau perdarahan.”
Olahraga
Bila Anda terbiasa rutin dan gemar berolahraga, semasa hamil pun dapat diteruskan. Hanya saja olahraga yang dilakukan bukanlah yang berbahaya dan mengandung risiko, seperti balapan mobil, berkuda, lompat-lompat, arung jeram, dan sebagainya. Tapi, lakukanlah olahraga ringan selama 5-30 menit, misalnya jalan pagi, senam ringan, atau berenang. “Jalan merupakan olahraga paling aman semasa hamil.” Berenang pun termasuk olahraga yang kecil risikonya dan dapat dilakukan sepanjang usia kehamilan. “Berenang dapat membuat punggung terasa nyaman dan tubuh menjadi ringan, karena terhindar dari gravitasi.”
Naik pesawat
Boleh dilakukan sebelum usia kehamilan 7 bulan. Sebetulnya bayi dalam kandungan tak bermasalah dengan ketinggian dan perbedaan tekanan udara. Agar perjalanan dengan pesawat lebih nyaman sebaiknya duduk di pinggir “gang” agar mudah bila mau ke kamar kecil. Gunakan pula tali pengaman agar duduk nyaman, dan gunakan penyangga kaki agar tak menimbulkan bengkak dan juga bantal kecil di belakang punggung.
Bepergian dengan pesawat memang berisiko tinggi. Bila kondisi udara buruk, lantas ibu menjadi stres. Ibu bisa kekurangan oksigen dan mengalami sesak nafas. Sementara bayi dalam kandungan membutuhkan oksigen. “Bila hal ini terjadi di trimester akhir, maka bisa terjadi persalinan prematur atau bayi meninggal dalam kandungan.”
Merokok
“Bayi yang dilahirkan dari ibu perokok hampir selalu memiliki berat lahir rendah,” kata Ovy. Ibu perokok mengakibatkan bayi mendapat darah lewat plasenta lebih sedikit, sehingga zat asam dalam darahnya sedikit. Akibatnya berat badan bayi pun lebih rendah dibanding bayi dari ibu tidak merokok. Jadi, semasa hamil bahkan jauh sebelum hamil, kegiatan yang tak bermanfaat ini sebaiknya dihentikan. Jangan ambil risiko, Bu!
Rontgen
Radiasi tak boleh dilakukan, apa pun indikasinya. Semua bentuk radiasi berpotensi membahayakan perkembangan janin. Pada saat ini janin sedang dalam perkembangan. “Semua jenis radiasi dapat mengacaukan perkembangan sel. Sehingga terjadi mutasi sel yang bisa berkembang ke arah kanker, cacat dan sebagainya.” Bila diperlukan penyinaran, seperti untuk mengetahui patah tulang atau rontgen gigi, sebaiknya katakan pada dokter bahwa Anda tengah hamil.
Sauna
Pada masa kehamilan kegiatan ini sama sekali tak menyenangkan. Apalagi dilakukan dalam ruang tertutup dan udara yang panas. Sementara wanita hamil, kan, sudah banyak mengalami penguapan dari tubuhnya dengan seringnya berkeringat. Jadi, buat apa bersauna?
Mandi Malam
Yang harus diperhatikan wanita hamil masalah higienis. Kalau tak mandi, bisa timbul jamur karena wanita hamil banyak berkeringat. “Jadi, boleh saja mandi malam asal tak sampai menggigil kedinginan.” Bila tak ingin mandi, minimal membasuh dengan waslap, membersihkan daerah kemaluan, membersihkan daerah lipatan kulit danatau rontgen gigi, sebaiknya katakan pada dokter bahwa Anda tengah hamil.
Bekerja di depan komputer
Memang belum adkehamilan. Lagipula radiasi dari komputer bisa dikatakan kecil sekali. “Jadi, boleh saja asal tak terlalu lama.” Perhatikan pula sikap tubuh, agar tak muncul keluhan sakit punggung. Cobalah sesering mungkin untuk bergerak. Sebaiknya setiap 1-2 jam Anda melakukan kegiatan lain, seperti jalan-jalan sebentar atau menggerakkan anggota badan.
Mengemudi
Bila kehamilan tak bermasalah, Anda diperbolehkan mengemudi. Tapi, perhatikan jarak dan lama mengemudi. Sering-seringlah mengubah posisi untuk mengendorkan otot-otot kaki. Jangan menunda keinginan buang air kecil karena terlalu asyik mengemudi.Memasuki trimester ketiga kehamilan, Anda memerlukan seorang pengemudi. Perut yang membesar akan menyulitkan Anda mengemudi dengan baik. Selain itu, juga menghindari kemungkinan yang tak diinginkan, misalnya terjadi kontraksi ketika tengah mengemudi.
Diet
Tak baik bagi kondisi ibu dan bayi, karena bisa menimbulkan kekurangan vitamin, mineral dan bahan makanan lain. Diet hanya boleh dilakukan atas persetujuan dokter. Beberapa ibu hamil justru dianjurkan diet bahan makanan tertentu. “Tujuannya, tentu saja bukan menurunkan berat badan, tapi agar berat badan ibu tak bertambah secara berlebihan.” Kenaikan berat badan normal selagi hamil tak lebih dari dua kilogram sebulan. Bila perlu kurangi jenis makanan tertentu yang dapat menambah berat badan berlebih, seperti cake, tart, biskuit, makanan yang berlemak dan manis-manis.
Cat
Hindarilah kontak dengan cat, sekalipun hanya menghirup bau thinner-nya. Karena zat yang terdapat dalam cat bisa masuk ke dalam tubuh. Tak heran bila ada orang yang merasa pusing setelah mencium baunya, apalagi bagi wanita hamil. Memang belum diketahui pasti apakah bahan cat bisa berbahaya bagi perkembangan janin atau tidak. Tapi, pencegahan tentu selalu lebih baik, bukan?
Bahan pembersih dan pengkilap
Mengandung bahan-bahan kimia yang dapat diserap lewat kulit dan masuk ke dalam aliran darah di mana janin sedang berkembang. Karena itu, hindari kontak langsung dengan kulit. Sebaiknya gunakan sarung tangan bila dalam pekerjaan, Anda harus menggunakan bahan pembersih atau pengkilap.
Pewarna Rambut
Memang belum ada bukti yang menunjukkan bahan-bahan kimia dalam pewarna rambut berbahaya bagi janin. Tapi, di lain pihak, pewarna rambut pun tak terbukti aman sama sekali. Jadi, sebaiknya sementara Anda hamil, tundalah keinginan untuk mengecat rambut.
Kosmetik
Sebetulnya kosmetik mengandung bahan kimia, kendati jumlahnya sangat sedikit. Kandungan merkuri dalam kosmetik diketahui berbahaya bagi janin. Karena itu, konsultasikan pada ahlinya kosmetik yang aman buat ibu hamil.
Stoking
Jangan membatasi peredaran darah di kaki selama kehamilan, karena dapat menimbulkan pembengkakan. Jadi, jangan gunakan stoking yang membungkus kaki dengan ketat.
Sebaiknya gunakanlah stoking dari bahan lunak bila Anda merasa perlu memakainya untuk menjaga keindahan dan kehangatan di ruang ber-AC. Penderita varises bisa tetap menggunakan stoking khusus varises.
Sepatu
Pemilihan sepatu semasa kehamilan lebih pada kenyamanan dan keamanan. Karena tubuh mengalami perubahan maka penting untuk menghindari sepatu yang akan membebani bagian punggung bawah dan otot-otot kaki. Seperti halnya sepatu berhak tinggi bisa berisiko terpeleset, jatuh dan kaki terkilir.
Sama halnya dengan sepatu bertumit rata yang lebih disukai, juga harus menunjang kaki dengan baik. Hindari pula yang dapat menyebabkan Anda jatuh atau tergelincir. Ketika membeli sepatu ukurannya sedikit lebih besar dari biasanya, sebagai antisipasi kaki yang membengkak yang umum terjadi semasa kehamilan.
Alkohol
Sebaiknya tak dikonsumsi sama sekali. Bila wanita suka minum minuman beralkohol harus dihentikan sebelum kehamilan terjadi. Tak ada tingkat pemakaian alkohol yang aman semasa kehamilan. Minuman beralkohol tersebut akan masuk ke dalam darah bayi melalui darah ibunya. Sementara hati janin belum berfungsi maksimal, maka minuman tersebut akan tetap beredar di dalam darah. Pada wanita yang minum alkohol dalam jumlah berlebihan, sebagian besar akan berisiko pada bayi. “Bisa menghambat pertumbuhan fisik, otak dan sebagainya sehingga bayi lahir dengan cacat fisik, kerusakan jantung dan retardasi mental.”
Kendati ada ibu yang mengatakan, “Saya minum alkohol, anak saya tak apa-apa, kok.” Tapi, semua penelitian menunjukkan angka kejadian pertumbuhan janin terhambat jauh lebih tinggi pada bayi dengan ibu yang minum minuman beralkohol. Jadi, sifatnya tidak kausatif melainkan risk (berisiko).
Daging setengah matang
Sebaiknya diolah sampai matang, karena bahan makanan berasal dari hewan bisa mengandung bakteri, parasit, protozoa dan bahkan berbagai jenis cacing. Pada telur setengah matang pun bisa ditemukan salmonela yang dapat mengakibatkan penyakit typhus.
Bahan makanan yang mengandung kuman tersebut bisa masuk dalam darah ibu dan menyebabkan infeksi, misalnya, toksoplasma. “Nah, semua infeksi pada ibu hamil menyebabkan gangguan pada bayi. Untuk mengetahuinya dilakukan pemeriksaan darah. Bila Anda terinfeksi, dokter akan melakukan yang terbaik bagi Anda.”
Pil KB
Saat belum menyadari Anda hamil, mungkin Anda masih mengkonsumsi pil KB. Tak perlu terlalu khawatir, karena pil KB tak secara langsung menyebabkan efek pada janin, misalnya bayi cacat.
Lagipula, hormon-hormon sintetis dalam pil KB hampir sama dengan hormon-hormon alami yang diproduksi tubuh. Tapi, segera hentikan setelah tahu diri Anda hamil.
Kafein
Boleh saja, kok, Anda minum kopi, asal tak berlebihan. Tapi, ingat, kafein merupakan suatu perangsang yang berpengaruh dan bisa meningkatkan produksi hormon stres. Peningkatan ini menyebabkan berkurangnya aliran darah ke rahim dan berkurangnya oksigen mencapai janin. Jadi, mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang banyak tak baik bagi Anda dan bayi Anda.
Sedangkan minum teh disarankan tidak berbarengan dengan vitamin/makanan yang mengandung zat besi. “Teh akan menghambat penyerapan zat besi.”
Obat pereda sakit
Jangan minum obat sembarangan! Tapi, bukan berarti bila sakit tak boleh minum obat, lho. Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan bila Anda akan mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Atau, beri tahukan dokter bila Anda sedang hamil, sehingga ia akan menuliskan resep obat yang aman untuk ibu hamil.

Anjuran Makanan Bagi Ibu Hamil



Masih berkaitan dengan Kebutuhan gizi ibu hamil dan bayi, sebagian Ibu ketika hamil ada yang menjadi susah makan, tapi ada juga yang malah jadi doyan makan. Walau bagaimanapun seorang ibu harus makan demi kesehatan bayi dan dirinya. Nah kali ini saya sharing membahas mengenai pentingnya mengkonsumi makanan yang mengandung zat kalsium dan zat besi bagi ibu hamil.

Kalsium berperan bagi pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat dan untuk memfungsikan pembuluh darah, saraf, dan otot, serta menjaga kesehatan jaringan ikat. Selama kehamilan, kalsium sangat penting karena Anda harus khawatir tentang tulang Anda sendiri dan bayi Anda yang sedang tumbuh tulang, jaringan, dan gigi juga. Jadi jika Anda merasa sering pegal didaerah punggung atau pinggang, kemungkinan asupan kalsium Anda kurang mencukupi. Jika dibiarkan terus menerus kemungkinan untuk terkena osteoporosis akan lebih besar.

Kebanyakan ibu hamil (termasuk istri saya dulu :) ) mengeluh karena disarankan untuk banyak minum susu, pengaruh hormon memang menyebabkan rasa mual sehingga membuat segala sesuatu terasa tidak enak. Meski sudah coba berbagai rasa susu, tetap aja kadang “keluar” lagi. Padahal Susu sangat penting saat karena banyak mengandung kalsium. Kebutuhan akan Kalsium menjadi sangat penting saat kehamilan, Kebutuhan harian Anda tetap di 1.000 miligram-tetapi beberapa ahli menyarankan hingga 1.500 miligram. Itu kira-kira 3-4 porsi susu (misalnya, 1 cangkir susu + 1 cangkir puding buah + 1 gelas yoghurt + 1 ons keju keras).

Apakah tidak cukup hanya dengan mengkonsumsi vitamin prenatal?
Tentu tidak! Suplemen prenatal hanya mengandung sekitar 200-250 miligram kalsium, per pil, kandungan lainnya adalah zat besi.

Mengapa Vitamin prenatal lebih sarat dengan besi karena selama kehamilan, tubuh Anda membutuhkan sekitar dua kali lipat jumlah mineral ini dari biasanya. Jika Anda biasanya membutuhkan sekitar 15 miligram, maka ketika hamil Anda memerlukan dosis harian sebesar 30 miligram.

Mengapa wanita hamil memerlukan lebih banyak zat besi?
Zat besi berada dalam darah Anda dan berfungsi untuk membawa dan mengantarkan oksigen ke setiap sel dalam tubuh Anda. Wanita hamil memiliki volume darah yang meningkat, sehingga masuk akal bahwa lebih banyak darah membutuhkan lebih banyak zat besi. Selain itu, Anda harus menyediakan oksigen bagi sel Anda dan sel-sel dari bayi yang sedang tumbuh. Sehingga, kebutuhan oksigen meningkat maka otomatis kebutuhan akan zat besi juga meningkat.

Berikut ini anjuran makanan bagi ibu hamil yang mengandung jenis zat besi, yaitu:
# Zat besi heme , terutama ditemukan dalam makanan produk hewani: seperti hati, daging sapi, babi, domba, sapi muda, ayam, kalkun, dan telur.
# Zat besi non heme: yang merupakan lebih dari 85% zat besi dalam makanan sehari-hari seperti seperti roti dan sereal, kacang-kacangan, buah kering, biji-bijian, kacang-kacangan, brokoli, bayam, collard hijau, gandum, buncis, dan blackstrap molasses. Heme diserap lebih baik daripada non heme, tetapi penyerapan non heme akan meningkat jika dikonsumsi bersamaan dengan protein hewani dan Vitamin C.

Oiya, Jangan Hanya karena vitamin prenatal sudah mengandung banyak zat/vitamin, lalu Anda mengurangi porsi atau rutinitas makan Anda. Pahami bahwa suplemen prenatal (menyediakan sekitar 30-60 miligram) hanya lah untuk “berjaga-jaga”/cadangan jika Anda kekurangan zat besi. Anda masih perlu banyak makan makanan yang kaya zat besi. Dengan makan teratur akan dapat membantu pemintaan protein dan zat besi dalam tubuh.

Dan juga jangan mentang2 Anda hamil lalu berfikir “ah, saya kan lagi hamil nih, boleh makan apa aja dan kapan aja dong, kan demi si bayi!”
Kehamilan memang menyebabakan peningkatan kebutuhan akan kalori dan gizi, tapi tetap tidak boleh berlebihan, ada yang menyarankan pertambahan berat badan tidak boleh melebihi dari 20pon atau sekitar 9kg. Ngidam / ngemil boleh, tapi tetap tidak boleh berlebihan.
Sumber : http://www.bayimu.com/anjuran-makanan-bagi-ibu-hamil-1.html

Anjuran Makanan Bagi Ibu Hamil
Ditulis oleh support   
Rabu, 14 Juli 2010 00:27
Masih berkaitan dengan Kebutuhan gizi ibu hamil dan bayi, sebagian Ibu ketika hamil ada yang menjadi susah makan, tapi ada juga yang malah jadi doyan makan. Walau bagaimanapun seorang ibu harus makan demi kesehatan bayi dan dirinya. Nah kali ini saya sharing membahas mengenai pentingnya mengkonsumi makanan yang mengandung zat kalsium dan zat besi bagi ibu hamil.

Kalsium berperan bagi pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat dan untuk memfungsikan pembuluh darah, saraf, dan otot, serta menjaga kesehatan jaringan ikat. Selama kehamilan, kalsium sangat penting karena Anda harus khawatir tentang tulang Anda sendiri dan bayi Anda yang sedang tumbuh tulang, jaringan, dan gigi juga. Jadi jika Anda merasa sering pegal didaerah punggung atau pinggang, kemungkinan asupan kalsium Anda kurang mencukupi. Jika dibiarkan terus menerus kemungkinan untuk terkena osteoporosis akan lebih besar.

Kebanyakan ibu hamil (termasuk istri saya dulu :) ) mengeluh karena disarankan untuk banyak minum susu, pengaruh hormon memang menyebabkan rasa mual sehingga membuat segala sesuatu terasa tidak enak. Meski sudah coba berbagai rasa susu, tetap aja kadang “keluar” lagi. Padahal Susu sangat penting saat karena banyak mengandung kalsium. Kebutuhan akan Kalsium menjadi sangat penting saat kehamilan, Kebutuhan harian Anda tetap di 1.000 miligram-tetapi beberapa ahli menyarankan hingga 1.500 miligram. Itu kira-kira 3-4 porsi susu (misalnya, 1 cangkir susu + 1 cangkir puding buah + 1 gelas yoghurt + 1 ons keju keras).

Apakah tidak cukup hanya dengan mengkonsumsi vitamin prenatal?
Tentu tidak! Suplemen prenatal hanya mengandung sekitar 200-250 miligram kalsium, per pil, kandungan lainnya adalah zat besi.

Mengapa Vitamin prenatal lebih sarat dengan besi karena selama kehamilan, tubuh Anda membutuhkan sekitar dua kali lipat jumlah mineral ini dari biasanya. Jika Anda biasanya membutuhkan sekitar 15 miligram, maka ketika hamil Anda memerlukan dosis harian sebesar 30 miligram.

Mengapa wanita hamil memerlukan lebih banyak zat besi?
Zat besi berada dalam darah Anda dan berfungsi untuk membawa dan mengantarkan oksigen ke setiap sel dalam tubuh Anda. Wanita hamil memiliki volume darah yang meningkat, sehingga masuk akal bahwa lebih banyak darah membutuhkan lebih banyak zat besi. Selain itu, Anda harus menyediakan oksigen bagi sel Anda dan sel-sel dari bayi yang sedang tumbuh. Sehingga, kebutuhan oksigen meningkat maka otomatis kebutuhan akan zat besi juga meningkat.

Berikut ini anjuran makanan bagi ibu hamil yang mengandung jenis zat besi, yaitu:
# Zat besi heme , terutama ditemukan dalam makanan produk hewani: seperti hati, daging sapi, babi, domba, sapi muda, ayam, kalkun, dan telur.
# Zat besi non heme: yang merupakan lebih dari 85% zat besi dalam makanan sehari-hari seperti seperti roti dan sereal, kacang-kacangan, buah kering, biji-bijian, kacang-kacangan, brokoli, bayam, collard hijau, gandum, buncis, dan blackstrap molasses. Heme diserap lebih baik daripada non heme, tetapi penyerapan non heme akan meningkat jika dikonsumsi bersamaan dengan protein hewani dan Vitamin C.

Oiya, Jangan Hanya karena vitamin prenatal sudah mengandung banyak zat/vitamin, lalu Anda mengurangi porsi atau rutinitas makan Anda. Pahami bahwa suplemen prenatal (menyediakan sekitar 30-60 miligram) hanya lah untuk “berjaga-jaga”/cadangan jika Anda kekurangan zat besi. Anda masih perlu banyak makan makanan yang kaya zat besi. Dengan makan teratur akan dapat membantu pemintaan protein dan zat besi dalam tubuh.

Dan juga jangan mentang2 Anda hamil lalu berfikir “ah, saya kan lagi hamil nih, boleh makan apa aja dan kapan aja dong, kan demi si bayi!”
Kehamilan memang menyebabakan peningkatan kebutuhan akan kalori dan gizi, tapi tetap tidak boleh berlebihan, ada yang menyarankan pertambahan berat badan tidak boleh melebihi dari 20pon atau sekitar 9kg. Ngidam / ngemil boleh, tapi tetap tidak boleh berlebihan.
Sumber : http://www.bayimu.com/anjuran-makanan-bagi-ibu-hamil-1.html

Kehamilan

RUMUS TAKSIRAN PERSALINAN ( HUKUM NAEGLER )
Rumus : HPHT = tanggal + 7, bulan –3 dan tahun tambah 1 bila bulan dikurang 3 hasilnya positif atau nol untuk siklus 28 hari.
Sedangkan untuk siklus 35 hari : tanggal + 14, seterusnya sama.
Contoh : HPHT 11-05-2001, taksirannya ( 11+7, 05-3, 2001+1 )
= 18 – 02 – 2002 (siklus 28 hari)
RUMUS TAKSIRAN BERAT BADAN JANIN PADA SAAT KALA 1
Rumus : tinggi fundus ( cm ) – N x 155
N = 13 bila kepala belum melewati PAP
N = 12 bila kepala berada diatas spina isciadika
N = 11 bila kepala berada dibawah spina isciadika
RUMUS PERHITUNGAN OVULASI PADA WANITA
Menstruasi…………14 hari………..menstruasi berikutnya ( siklus 28 hari )
Menstruasi…………21 hari………..menstruasi berikutnya ( siklus 35 hari )
RUMUS MENGHITUNG UMUR KEHAMILAN
( Mc DONALD)
Tinggi fundus ( cm ) = / bulan
3, 5
Contoh : tinggi fundus 24 cm maka umur kehamilan
=24 / 3,5 = 6,8 bulan = 27 minggu
RUMUS MENGHITUNG DENYUT JANTUNG JANIN
Hitung selama 5 detik selang 5 detik hitung lagi 5 detik selang 5 detik lalu hitung lagi 5 detik. Hasilnya teratur bila angka ke 1 dan 3 sama.

Taksiran Berat Badan Janin (TBBJ)

PERBANDINGAN AKURASI TAKSIRAN BERAT BADAN JANIN MENGGUNAKAN RUMUS JOHNSON TOHSACH DENGAN MODIFIKASI RUMUS JOHNSON MENURUT SYAHRIR
ABSTRAK
Tujuan: membandingkan akurasi rumus Johnson dan modifikasi rumus Johnson menurut Syahrir untuk menaksir berat badan janin.
Desain dan metode: penelitian ini berupa studi komparatif yang membandingkan antara kelompok yang menggunakan rumus Johnson yang menggunakan pita nonelastik dengan kelompok modifikasi rumus Johnson menurut Syahrir yang menggunakan jangka panggul. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang akan melahirkan di bagian obgyn FK unsri RSMH Palembang, dengan jumlah sampel 263 orang. Penelitian ini dilakukan dari Februari 2005 sampai September 2006. Perbandingan angka rata-rata dianalisis dengan t test dan korelasi ketepatan penaksiran berat badan janin dengan chi-square. Interval kepercayaan 95%.
Hasil: dari 263 sampel didapatkan taksiran berat janin dengan rumus Johnson dan modifikasi Johnson-Syahrir yang akurat sebanyak 160 responden (60,8%) dan tidak akurat sebanyak 66 responden (25,1%). Untuk responden yang akurat pada rumus Johnson dan tidak akurat pada rumus modifikasi ada 186 responden (70,7%) atau sebaliknya sebesar 171 responden (65%). Nilai sensitivitas diperoleh sebesar 86,02%, spesifisitas 85,71%. Nilai perkiraan positif dan negative sebesar 93.57% dan 71,74%. Nilai kappa 67,9%. Tampak perbedaan bermakna antara taksiran berat janin dengan rumus Johnson dan rumus modifikasi dibanding dengan berat badan lahir sebenarnya (p
Kesimpulan: rumus Johnson lebih baik sebab memiliki akurasi lebih tinggi (70,7%) dibanding modifikasi rumus Johnson-Syahrir (65%) prinsip kehati-hatian perlu ditingkatkan dalam mengukur tinggi fundus uteri untuk menaksir berat badan janin.
Kata kunci: taksiran berat janin, rumus Johnson, modifikasi rumus Johnson-Syahrir
I. LATAR BELAKANG
Kematian perinatal pada kelahiran dengan berat badan rendah dan kesakitan akibat berat badan lahir yang besar merupakan suatu masalah tersendiri dalam kesehatan perinatal dan penatalaksanaan persalinan. Taksiran berat badan janin (TBJ) intra uterin mempunyai arti penting dalam penatalaksanaan persalinan. Ketepatan penaksiran berat badan lahir, baik secara pengukuran tinggi fundus uteri (TFU) ataupun cara lainnya akan mempengaruhi ketepatan penatalaksanaan persalinan dan hasilnya sehingga diharapkan dapat mengurangi kematian dan kesakitan pada persalinan1,2
Bagi penolong persalinan seperti bidan, berat badan bayi mempunyai arti yang sangat penting dalam menentukan saat rujukan, sedangkan bagi obstetrikus, taksiran berat badan bayi sangat dirasakan kepentingannya saat harus memutuskan tindakan induksi persalinan ataupun resiko sesaria yang direncanakan. Terdapat berbagai cara untuk menentukan taksiran berat badan anak, yaitu : dengan palpasi uterus, pemeriksaan ultrasonografi, dengan pengukuran diameter biparietal, pengukuran tinggi fundus uteri maupun pengukuran lingkaran perut.3,4,5
Penaksiran berat janin dalam suatu persalinan masih dipandang perlu oleh banyak ahli kebidanan, juga para peneliti kesehatan masyarakat.6-12 Meskipun demikian, belum ada suatu metoda pun yang berhasil membuat taksiran berat badan janin tepat.11 Di beberapa rumah sakit termasuk RSMH Palembang, masih dilakukan taksiran berat badan janin intra uterin dengan pengukuran tinggi fundus uteri . Ketepatan taksiran berat badan janin baik melalui pengukuran tinggi fundus uteri ataupun cara lain akan mempengaruhi penatalaksanaan persalinan.13-16
Pengukuran tinggi fundus uteri secara tepat dilakukan lebih objektif dengan skala sentimeter.4,6,7,8 Tinggi fundus uteri mempunyai hubungan yang kuat dan bermakna dengan berat badan bayi dan merefleksikan pertumbuhan janin serta ukuran fetus lebih akurat.1
Pada penelitiannya, Zulkarnain menemukan tinggi fundus uteri adalah 28 sampai 40 cm, terbanyak adalah 32 cm (21%) dengan rata-rata 32,4 ± 2,28 cm dimana berat badan bayi berkisar antara 2200 – 4200 gram dengan rata-rata berat 3027 ± 364 gram, terbanyak 3000 gram (44,1%)
Pada penelitian Firmansyah, rumus Johnson memiliki akurasi yang lebih tinggi dibanding modifikasi rumus Niswander dalam melakukan taksiran berat badan lahir (70% : 29,5%) dengan nilai p = 0,001 dengan selisih berat yang lebih kecil (164,26 ± 268,23 gram : 282,26 ± 263,62 gram) dan pada masing-masing tinggi fundus uteri 28 cm sampai 36 cm memiliki akurasi yang lebih baik.23
Johnson dan Toshach (1954) menggunakan suatu metode untuk menaksir berat janin dengan pengukuran (TFU) tinggi fundus uteri, yaitu mengukur jarak antara tepi atas simfisis pubis sampai puncak fundus uteri dengan mengikuti lengukungan uterus, memakai pita pengukur serta melakukan pemeriksaan dalam (vaginal toucher) untuk mengetahui penurunan bagian terendah. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengukuran atau taksiran dan diperkirakan tidak dapat dikoreksi seperti tumor rahim, hidramnion, plasenta previa, kehamilan ganda dikeluarkan dari penelitian, sedangkan obesitas, paritas, kondisi selaput ketuban, penurunan bagian terbawah janin (station), posisi dan presentasi janin diperhitungkan secara statistik. Rumus yang dikemukakan adalah :
W (gram)=(tinggi fundus uteri – station) ´ 155
Untuk station minus = 13, untuk station nol = 12, dan untuk station plus = 11.
Syahrir dan kawan-kawan pada tahun 2001 di Makasar melakukan pengukuran dengan mendapatkan modifikasi rumus Johnson yang disederhanakan oleh Niswander. Dalam mendapatkan rumus tersebut, Syahrir dan kawan-kawan melakukan penelitian dengan menggunakan jangka panggul terhadap 100 ibu-ibu inpartu yang akan melahirkan di kamar bersalin RSB Siti Fatimah yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan presentasi kepala untuk mencari modifikasi rumus Johnson. Dari hasil yang diteliti, didapatkan rata-rata tinggi fundus adalah 27,3 cm dengan rata-rata berat badan lahir anak 3194,1 gram dan rata-rata berat badan lahir anak menurut Johnson 2163,7 gram. Kesalahan rata-rata berat lahir anak yaitu 1030 gram, sehingga rumus Johnson dimodifikasi ke dalam bentuk :
TBBJ=(TFU – 13) 151 + 1030 gram
Rumus inilah akan digunakan pada penelitian ini yang akan dibandingkan dengan rumus Johnson Toshack yang biasa digunakan di RSMH Palembang.
II.METODE PENELITIAN
Desain penelitian ini berupa uji diagnostik yang membandingkan antara kelompok yang menggunakan rumus Johnson yang menggunakan pita non elastik dengan kelompok modifikasi rumus Johnson menurut Syahrir yang menggunakan jangka panggul.
Penelitian ini dilakukan di kamar bersalin Bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSMH Palembang. Penelitian dilaksanakan selama satu setengah tahun, mulai tanggal 28 pebruari 2005 sampai tanggal 6 september 2006. Sampel diambil dengan cara consecutive sampling dari populasi yang telah setuju diikutsertakan dalam penelitian dan ditentukan berdasarkan proporsi dan populasi. Selama penelitian sampel yang terkumpul sebanyak 263 responden.
Pada subyek yang telah memenuhi kriteria penelitian dilakukan anamneis yang mencakup identitas, tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT), riwayat obstetrik (GPA), riwayat penyakit/operasi yang pernah diderita, umur, berat badan dan tinggi badan juga dicatat, bila curiga adanya kelainan dilakukan pemeriksaan lanjut untuk mendiagnosanya (seperti hidramnion dilakukan pemeriksaan USG) atau akan dikeluarkan sebagai kriteria ekslusi. Pengukuran tinggi fundus uteri, dilakukan dengan menggunakan pita non elastik dan jangka panggul. Ibu yang berada dalam posisi berbaring terlentang dengan kedua kaki membujur lurus ke bawah. Kandung kencing dalam keadaan kosong dan fundus uteri dibawa ke tengah (bila sumbu panjang janin, uterus dan sumbu panjang ibu tidak berada pada satu garis). Pengukuran dilakukan dengan uterus dalam keadaan relaksasi mulai dari atas fundus uteri ke batas atas simpisis pubis dan sebaliknya, mengikuti lengkung dinding perut masing-masing dengan pita sentimeter dan jangka panggul menempel pada dinding luar perut. Hasil pengukuran dicatat dalam satuan sentimeter. Angka 0,5 > dibulatkan ke atas.
Hasil pengukuran dicatat dalam satuan sentimeter dan berat badan janin ditaksir dengan mempergunakan rumus Johnson :
TBBJ=(TFU– 13) 155 gram (menggunakan pita non elastik)
Dibandingkan dengan modifikasi rumus Johnson menurut Syahrir :
TBBJ=(TFU– 13) 151 + 1030 gram (menggunakan jangka panggul)
III. HASIL
Berdasarkan nilai rerata taksiran berat badan bayi lahir menggunakan rumus Johnson lebih mendekati berat badan lahir sebenarnya dibandingkan dengan modifikasi rumus Johnson-Syahrir dan secara keseluruhan rerata tingkat akurasi rumus Johnson lebih tinggi dibandingkan modifikasi rumus Johnson-Syahrir dan secara statistik ada perbedaan bermakna antara taksiran berat badan bayi menggunakan rumus Johnson dengan modifikasi rumus Johnson-Syahrir (p=0,000).
Pada perhitungan berat badan lahir dengan rumusJohnson yang menggunakan pita non elastik, error terkecil dari berat badan bayi lahir adalah pada tinggi fundus uteri 32 cm (SD = 244,12 SE = 33,23 95% CI = 3057,99-3188,21) danerror terbesar adalah pada tinggi fundus uteri 36 cm (SD = 318,85 SE = 130,17 95% CI = 3228,20-3738,46). Hal ini dijabarkan dalam tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1.Berat badan bayi lahir menurut tinggi fundus uteri Johnson pada kehamilan cukup bulan, tunggal, letak memanjang dan presentasi kepala (n=263)
Tinggi fundus uteri Johnson
N
Berat badan bayi lahir (g)
Range
Mean
SD
SE Mean
95% Confidence Interval
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
40
12
42
46
26
44
40
24
17
9
1
1
1
2300-3000
2350-3200
2300-3400
2600-3500
2500-3600
2700-3600
2900-3600
3000-4200
3400-3900
3720,00
3875,00
4185,00
2604,17
2897,62
2780,43
2988,46
3129,55
3173,75
3322,92
3485,29
3588,89
3720,00
3875,00
4185,00
193,60
360,71
235,57
245,88
218,69
210,30
175,06
299,87
176,38
-
-
-
55,88
55,66
34,73
48,22
32,97
33,25
35,73
72,73
58,79
-
-
-
2481,16-2727,17
2785,21-3010.03
2710,48-2850,39
2899,14-3087,78
3063,06-3196,03
3106,49-3241,01
3248,99-3396,84
3331,11-3639,48
3453,31-3724,47
-
-
-
Pada table 2 digambarkanperhitungan berat badan lahir dengan menggunakan jangka panggul atau rumus modifikasi Johnson - Syahrir yang ditunjukkan pada tabel 16 bahwa error terkecil dari berat badan bayi lahir adalah pada tinggi fundus uteri Johnson-Syahrir 27 cm (SD = 200,71 SE = 33,92 95% CI = 3078,20-3216,09). Error terbesar ada pada tinggi fundus uteri 31 cm (SD=250,99 SE=112,25 95%CI=3228,34-3851,66).
Tinggi fundus uteri Johnson-Syahrir
N
Berat badan bayi lahir (g)
Range
Mean
SD
SE Mean
95% Confidence Interval
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
34
20
28
26
35
40
30
35
23
16
4
5
1
2500-3500
2300-3500
2350-3800
2300-3400
2300-3600
2500-3500
2700-3600
2900-3900
3000-4200
3300-3900
3300-3900
4201,00
2950,00
2848,21
2917,31
2845,71
3005,00
3090,00
3147,14
3326,09
3471,88
3625,00
3540,00
4201,00
301,74
329,27
390,88
268,53
315,57
261,42
200,71
227,07
150,00
150,00
250,99
-
67,47
62,27
76,65
45,39
49,89
47,73
33,92
47,34
72,73
75,00
112,25
-
2808,78-3091,22
2720,53-2975,89
2759,43-3075,19
2753,47-2937,96
2904,07-3105,93
2992,38-3187,62
3078,20-3216,09
3227,89-3424,28
3316,83-3626,92
3386,32-3863,68
3228,34-3851,66
-
Tabel 2. Berat badan bayi lahir menurut tinggi fundus uteri Johnson-Syahrir pada kehamilan cukup bulan, tunggal, letak memanjang dan presentasi kepala (n=263)
Semakin tinggi fundus uteri mempengaruhi error atau penyimpangan berat badan bayi lahir (p = 0,024)12. Dari perhitungan statistik dengan regresi linier sederhana didapat hubungan tinggi fundus uteri Johnson dengan berat badan bayi lahir dimananilai koefisien regresi untuk TFU Johnson sebesar 106,781. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikkan TFU sebesar 1 cm akan menaikkan berat badan bayi lahir ± 106,781 gr.
Gambar 1. Diagram scatterhubungan tinggi fundus uteri Johnson dengan berat badan bayi pada responden
Sedangkan perhitungan statistik tinggi fundus uteri dengn metode pengukuran Johnson-Syahrir terhadap berat badan bayi mendapatkannilai koefisien regresisebesar 73,889. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikkan TFU sebesar 1 cm akan menaikkan berat badan bayi lahir ± 73,889 gr.
Gambar 2. Diagram scatterhubungan tinggi fundus uteri Johnson-Syahrir dengan berat badan bayi pada responden
Berdasarkan hubungan tinggi fundus uteri dengan berat badan bayi lahir dapat dikatakan bahwa pengukuran tinggi fundus uteri Johnson memiliki hubungan yang sangat kuat dibandingkan Johnson-Syahrir dikarenakan besaran pengaruh variabel TFU Johnson lebih tinggi dari TFU Johnson-Syahrir.
Dari 263 ibu hamil dilakukan pengujian sensitivitas, spesifisitas, angka perkiraan positif dan angka perkiraan negatif taksiran berat badan lahir menurut rumus Johnson dan modifikasi rumus Johnson-Syahrir terhadap berat badan lahir sebenarnya. Dikatakan akurat jika tingkat kesalahan yang diperoleh 7
Tabel3.Nilai diagnostik pengukuran tinggi fundus uteri terhadap berat badan bayilahir


Rumus Jhonson
Jumlah


Akurat
Tidak Akurat
Modifikasi rumus Johnson-Syahrir
Akurat
Tidak akurat
160
26
11
66
171
92

Jumlah
186
77
263
Nilai sensitivitas yang diperoleh sebesar 86,02%, nilai spesifisitas sebesar 85,71% serta nilai perkiraan positif dan negative sebesar 93,57% dan 71,74%. Nilai kappa yang diberikan sebesar 67,9%. Nilai ini dapat menerangkan kesesuaian penghitungan taksiran berat badan bayi lahir dengan menggunakan rumus Johnson dibandingkan dengan modifikasi rumus Johnson Syahrir.
Pada tabel 4 digambarkananalisis statistik taksiran berat badan lahir menurut rumus Johnson dan modifikasi rumus Johson-Syahrir untuk berat badan lahir keseluruhan (n=263) dengan menggunakan uji t test. Hasilyng diperoleh menunjukkanperbedaan yang bermakna antara taksiran berat badan bayi lahir dengan menggunakan rumus Johnson dan modifikasi rumus Johnson-Syahrir dengan berat badan lahir sebenarnya (p
Variabel
Mean (gr)
SD
P
BBL
Johnson
Modifikasi rumus Johnson-Syahrir
BBL – Johnson
BBL – Modifikasi rumus Johnson-Syahrir
SAE – Johnson
SAE – Modifikasi rumus Johnson-Syahrir
Akurasi Johnson
Akurasi Modifikasi rumus Johnson-Syahrir
3061,98
2887,24
2865,54
174,73
196,43
0,05
0,06
70,70%
65,00%
350,87
345,46
384,47
279,31
355,33
0,08
0,11
0,048*
0,095*
0,000**
Tabel 4. Sebaran analisis statistik dan pengujian taksiran berat badan lahir menurut rumus Johnson dan modifikasi rumus Johnson-Syahrir untuk berat lahir keseluruhan (n=263)
IV. DISKUSI
Sebaran kasus berdasarkan TFU Johsonterletak pada rentang 28 sampai 40 cm dengan rata-rata 31,63 ± 2,22 cm sedangkan TFU Johnson-Syahrir terletak pada rentang 21 – 34 dengan rata-rata 25,16 ± 2,55 cm . Berat badan bayi lahir terletak pada rentang 2300 grsampai 4200 gr dengan rata-rata 3061,98 ± 350,87 gr.
Dari hubungan tinggi fundus uteri Johnson dengan berat badan bayi lahir didapatkan koefisien korelasi (r) adalah 0,678 dan koefisien determinasi (r2) adalah 0,460 dengan kemaknaan p = 0,000. Sedangkan koefisien korelasi (r) dari hubungan tinggi fundus uteri dengan berat badan bayi lahir Johson-Syahrir adalah 0,536 dengan koefisien determinasi (r2) adalah 0,288 dengan kemaknaan p = 0,000.
Akurasi taksiran berat badan janin dengan rumus Johnson mencapai 70,70% sedangkan dengan menggunakan modifikasi rumus Johnson-Syahrir hanya 65,0% yang akurat. Apabila dihitung secara statistik ditemukan perbedaan bermakna dimana = 0,000.
Rumus Johnson memiliki hubungan positif yang sangat kuat antara tinggi fundus uteri dengan berat badan bayi lahir dibandingkan dengan modifikasi rumus Johnson-Syahrir dimana nilaikoefisien korelasi (r) sebesar 0,678 dan koefisien determinasi-nya 0,460 sedangkan modifikasi rumus Johnson-Syahrir, nilaikoefisien korelasi (r) sebesar 0,536 dan koefisien determinasi-nya 0,288.Nilai sensitivitas yang diperoleh sebesar 86,02%, nilai spesifisitas sebesar 85,71% serta nilai perkiraan positif dan negative sebesar 93,57% dan 71,74%. Nilai kappa yang diberikan sebesar 67,9%, nilai ini dapat menerangkan kesesuaian penghitungan taksiran berat badan bayi lahir dengan menggunakan rumus Johnson dibandingkan dengan modifikasi rumus Johnson Syahrir.
RUJUKAN
1.Niswander KR. Capraro VJ, Coevering RJ. Estimation of birth weight by quantitied external uterine measurements. Obstet Gynecol 1970; 36:204-8.
2.Cuningham FG, Mac Donald C, Gant NF. Manajemen kehamilan normal. Dalam : Ronardy DH editor. Obstetri Williams. Edisi 18 Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1995 p 295-3143.
3.Wan CW, Woo JSK. An evaluation of ultrasonic fetal weight prediction in a Chinese population using established charts on abdominal circumference and biparietal diameter. Obstet Gynecol 1984; 10:173-6.
4.Robson SC, Gallivan S, Walkinshaw SA, Vaughan J, Rodeck CH, Ultrasonic estimation of fetal weight use of targeted formulas in small for gestational age fetuses. Obstet Gynecol 1993; 82: 359-64.
5.Wiknjosastro H, Sumapraja S, Saifuddin AB. Perubahan anatomic dan pada wanita hamil. Ilmu Kebidanan FKUI, Edisi kedua, cetakan kedua, YBP Sarwono Prawiroharjo 1984: 81-93.
6.Turner MJ, Roasmussen MJ,Boylan PC, Mac Donald D, Strong JM. The influence of birth weight on labor in nulliparas. Obstetric and Gynecology 1990;76: 159-63.
7.Ment LR, Oh W, Ehrenkranz RA, Philip AGS, Duncan CC, Makuch RW. Antenatal steroid, delivery mode, and intraventricular hemorrage in preterm infants. Am J Obstet Gynecol 1995;172:795-800.
8.Tejani N, Mann LI, Weiss RR. Antenatal diagnosis and management of the small-for-gestational-age fetus Obstet Gynecol 1976;47: 31-6.
9.Boyd ME, Usher RH, MecLean FL. Fetal Macrosomia Prediction, Risk, proposed management. Obstet Gyencol 1983;63: 715-22.
10.Pschera H, Sodenberg G. estimation of fetal weight by external abdominal measurement. Acta Obstet Gyencol Scand 1984;63: 175-9.
11.Arrianto M, Dirjowioto AN. Perbandingan hasil antara taksasi berat janin secara palpatoir dan taksasi berat janin menurut Paulos-Langstadt terhadap berat lahir bayi sesungguhnya. Naskah lengkap KOGI III Medan 1976;589-593.
12.Warsof SL, Wolf P, Coulehan J, Queenan JT. Comparison of fetal weight estimation formulas with and without head measurements. Obstet Gyencol 1986;67:569-73.
13.Field NT, Piper JM, Langer O. The effect of maternal obesity on the accuracy of fetal weight estimation. Obstet Gyencol 1995;56: 102-7.
14.Chauhan SP et al. Lomitation of clinical an sonographic astimates of birth weight 1034 parturients. Obstet Gyencol 1998;91: 72-7.
15.Peterson RM. Estimation of fetal weight during labor. Obstet Gyencol 1985;65330-2.
16.Rosenberg K, Gram JM, Aitchison T. Measurement of fundal height as ascreening test for fetal growth retard. Br J Obstet Gyencol 1982; 89:447-50.
17.Mathai M, Jairaj P Muthurathnam S. Screening of light-for gestational age infants: a comparison of three measurement 1987; 94:217-21.
18.Mc. Fee JG. Comprehensive prenatal care. In:Frederickson HL, Haug LW. Ob/Gyn secrets. Boston, Massachustts:BookPromotion & Service CO, Ltd. 1997;156-164.
19.Walraven GER etal. Single pre-delivery symphysis-fundal height measurement as a predictor of birth weight and multiple pregnancy. British Journal of Obstetries and Gynecology 1995;102: 525-529.