Rabu, 08 Desember 2010

Berpendirian Keras



By Rudy Lim

“Saya dulu juga seorang yang sangat berpendirian keras”
~Rudy Lim

Salah satu persoalan terbesar yang telah berlangsung dalam hidup kita adalah banyak dari kita memaksakan pendapat kita kepada orang lain, yang secara tidak langsung menyatakan bahwa kita tidak pernah keliru. Cara ini meninggalkan ruang kecil perbaikan diri dan melebarkan penghadang jalan menuju sukses. Bayangkanlah 10 orang pelukis terkenal yang sedang duduk tenang mengelilingi meja bundar mengambarkan sebuah apel yang ada di tengah meja. Setiap pelukis itu pasti akan mengambar apel secara berbeda sebab setiap pelukis melihat apel itu secara berbeda.




Sama halnya dengan pendapat, keyakinan-keyakinan yang berbeda tergantung pada banyak faktor dari latar belakang dan lingkungan, dan kita mewarnai pendapat kita dengan faktor-faktor ini. Tragedi menyedihkan dari orang yang berpendirian keras adalah bahwa pendirian itu menghalangi pertumbuhan, kemampuan, dan pemenuhan diri. Pendirian yang keras secara tidak langsung menyatakan kesempurnaan, sementara tidak seorangpun dapat sempurna sepanjang waktu. Inilah kesimpulan pendahulu kita-bahwa orang yang berpendirian keras-untuk menutupi kelemahannya-akan merasa tidak bahagia dan terisolasi.

Apa yang dapat anda buat untuk mencegah diri anda menjadi dogmatis? Anda dapat mengatasi persoalan anda dengan mendengar, mendengarkan pikiran-pikiran orang lain. Anda mungkin saja keliru dengan pendapat anda dan kemudian anda harus punya kemampuan untuk membuat perubahan yang layak.

Menjadi dogmatis itu sifat yang negatif, berpandangan terbuka itu sifat yang positif dan membangun. Sifat yang pertama disebut membawa pada kegagalan dan isolasi diri, sedangkan yang kedua membawa pada sukses dan persahabatan.

Anda dapat berhenti menjadi seorang yang berpendirian keras dengan membuka tangan anda bagi persahabatan dengan orang lain, dengan belajar dari orang lain, dengan menyadari bahwa orang lain memiliki hak-hak yang sama seperti anda, bahwa kita semua ada di dunia ini untuk sukses bukan untuk kegagalan. Jadi anda dapat mengaktifkan kembali mekanisme sukses yang ada dalam diri anda dari pada berpegang pada sifat gagal.
Ingatlah kata-kata James Russel Lowel: “Orang bodoh dan orang mati sajalah yang tidak pernah mengubah pikirannya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar